Sejarah gerakan perempuan pada akhirnya memang diharapkan bisa
memecahkan setiap persoalan perempuan, terutama yang bersangkutan
dengan ketidakadilan gender.
Jurnal Perempuan edisi 52 mencoba mengangkat tema sejarah pergerakan
perempuan. Dalam edisi ini kita dapat mempelajari bagaimana gerakan
perempuan Indonesia dari waktu ke waktu harus bertahan dalam sistem
dan masyarakat yang patriarkal. Bagaimana mereka berusaha mengubah sekuat tenaga pola pikir dan produk kebijakan sehingga lebih ramah terhadap perempuan. Indonesia bahkan memiliki sebuah sejarah kelam waktu gerakan perempuan benar-benar distigmatisasi sebagai gerombolan perempuan yang tidak bermoral. Dengan tertatih-tatih perjuangan yang lalu berhasil dibangun kembali. Karena dasarnya adalah fakta: kekerasan berbasis gender hingga saat ini masih tinggi. Dampaknya: hasil pembangunan pembangunan yang timpang terhadap perempuan.
Edisi ini menampilkan artikel-artkel antara lain: Perempuan dalam sejarah lelaki -Asvi Warman; Jejak perempuan dalam Histrografi Indonesia -JJ Rizal; Menemukan sejarah perempuanyang (Di)hilang(kan) -Lolly Sehenty; Identitas dalam Koran dan majalah -Luviana; Pembebasan seksual perempuan -Gadis Arivia; Benarkah agama melawan perempuan? -Musdah perempuan.....dan artikel-artikel lainnya yang membahas tentan gerakan perempuan Indonesia.
Dapatkan segera Jurnal Perempuan edisi 52 di toko buku terdekat anda atau hubungi Yayasan Jurnal Perempuan.
Yayasan Jurnal Perempuan
Joko Sulistyo
Ph: 021-83702005
Email: joko@jurnalperempuan.com
---*--- |